Pelajaran dari Diving
November 22nd, 2007 by diranyAda cerita sedikit dari acara liburan gue sama temen-temen beberapa waktu lalu. Tanggal 7 November tepatnya, kita berangkat ke pulau dewata melalui jalur udara (thanks to airasia). Tapi memang dasar tiket murah, jadi yah jangan tanya soal kenyamanan. Hari kedua di bali adalah jadwalnya untuk water sport di tanjung benoa. Setelah tawar-menawar hampir 1 jam akhirnya si pemilik tempat merelakan kita naik 3 permainan (banana boat, parasailing, dan diving) dengan harga 300rb saja. Tapi ga tau yah setelah itu si empunya tempat memilih gulung tikar atau ngga, siapa tau dia kapok buka tempat begituan kalo yang datang orang-orang yang niat banget nawar sampai titik darah masih banyak (ya iyalah..ga usah sampe mati kan?) kaya kita gini. hahahha.
Yang paling menarik dan menegangkan adalah waktu mau diving. ini adalah yang pertama bagi gue. setelah memakai pakaian dan peralatan untuk menyelam, kita pun berangkat ke titik penyelaman naik boat. Ditemani dua orang instruktur yg ehm badannya keren-keren. Diperjalanan sang instruktur menjelaskan step-step yang harus kita lakukan sebelum turun. Yang tersulit dan terpenting adalah bagaimana bernafas dari mulut. setelah dicontohkan oleh instruktur kita dipersilahkan mencoba sendiri-sendiri (still on boat), melihat si instruktur sih KELIHATANnya sih gampang. Dan memang tidak sulit saat masih di atas yah. Tapi akan berbeda saat sudah ada di air dan seluruh peralatan sudah terpasang, kacamata selam yg menutupi lubang hidung sementara belum terbiasa menggunakan mulut untuk bernapas. Akhirnya setelah mencoba berkali-kali berhasil juga bernapas dari mulut dengan bantuan tabung oksigen (lucu loh, mulutny monyong gituh trus ada gelembung-gelembung gituh).
Setelah 1 jam didalam air, bernafas dengan bantuan oksigen, dan bertarung dengan tekanan yg makin lama bikin telinga budek..hehehe. Akhirnya kita semua muncul lagi ke permukaan. Sumpah rasanya LEGA banget. Gue bersyukur sama ALLAH SWT masih bisa diberi nikmat untuk menghirup udara secara normal. Gratis pula. Thanks GOD. Karena bernafas dengan bantuan tabung oksigen itu sungguh-sungguh tidak enak. Sebab itu, setelah diving jadi berpikir bahwa seharusnya gue bersyukur amat sangat atas segala yang gue nikmatin selama ini. Walaupun hidup yang kita jalani kadang membosankan, melelahkan, dan kadang bikin kita muak, harusnya kita ingat lagi bahwa semua itulah yang menandakan bahwa kita hidup. Jadi, mulai sekarang prisip gue adalah Jalani saja hidup ini dengan segala warna-warni nya. STOP COMPLAINING. Lebih baik mulai sekarang perbanyak bersyukur. Betul? ^_^